Ketika Cinta Sunset Mengalahkan Cinta Sunrise Bagian I "Sebatas Perkenalan" Bulan purnama terlihat lebih anggun malam ini. Mungkin hanya perasaanku atau sinarnya malam ini memang berbeda? Disana, pada bagian outdoor kafe ini, sinar bulan itu membias menyirami kalian. Kalian yang sedang bahagia dalam percakapan interpersonal berdua. Kalian yang selalu datang ke kafe ini dalam damba dan saling mencinta. Sementara aku? Tidak perlu terburu-buru mengetahui siapa aku. Malam masih muda, lagi pula obrolan kalian masih panjang. Dan aku masih ingin menjadi pengamat di balik meja bar sebelum ku beritahu siapa diriku. Dua cappucino yang kalian pesan telah ku buatkan dan siap diantar ke meja kalian. Tapi khusus untukmu, wanita berambut lurus sebahu. Setiap kamu datang, kamu selalu memesan creamer lebih banyak dalam kopimu. Lantas aku bertanya mengenai selera tinggimu terhadap creamer. Tapi kamu malah tersenyum, senyuman manis yang lantas tak mampu ku beri arti. "Mas.. Saya ...
Komentar
Posting Komentar