Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Jika Tuhan

Jika Tuhan Tak terhitung seberapa banyak kalimat doa yang selalu ia panjatkan dalam shalatnya. Tak terhitung seberapa banyak tetesan air mata yang selalu ia jatuhkan. Dalam setiap sujudnya selalu tersisip doa yang selalu ia ucapkan di balik kalimat "Subhana Rabbial A'la Wabihamdih". Terkadang ia sendiri tak tahu, kenapa doa yang selalu ia panjatkan tak pernah terkabul. Selalu ada gumaman kecil dalam hati kecilnya "Apa Tuhan sudah bosan untuk mendengar doaku?" "Apa Tuhan hanya sibuk mengabulkan doa hambanya yang lain?" Namun kata-kata itu. Segera di hilangkan dengan mengucap Astaghfirullahhaladzim beberapa kali hingga akhirnya hatinya tenang. Namun selalu timbul keraguan-keraguan kecil dalam hatinya hingga hatinya bertanya-tanya. "Apa Tuhan itu tidak ada? Tapi jika Tuhan itu tidak ada! Lalu kenapa ia selalu menampakkan adanya kehadirannya di seluruh belahan bumi? "Apa Tuhan itu tuli? Tapi kenapa ia bisa mendengar dan mengabu...

layaknya seorang Bung Tomo

Layaknya Seorang Bung Tomo ILham Kasim        T ak terasa tahun-tahun yang ia lalui masih sama seperti tahun sekarang. Tanpa adanya agenda-agenda penting yang harus ia buat. Di malam itu tak banyak kesibukan yang harus ia buat, sementara kepalanya masih sibuk tertunduk memperhatikan layar tablet yang berukuran 7 inc itu. Bola matanya seakan membesar seperti layaknya seekor singa yang sedang melihat mangsanya yang siap ia terkam. Sementara jari jemarinya yang lentik itu tengah asik mengusap layar tablet dari atas hingga kebawah seperti halnya jari-jari seekor hewan buas yang siap berlari untuk menerkam mangsanya. Masih memperhatikan layar tablet itu, di carinya situs-situs menarik di internet yang memuat sejarah-sejarah kepahlawanan. Kata "salut" selalu ia ucapkan setelah ia membaca artikel-artikel dari berbagai blog. Ia selalu salut akan perjuangan para pahlawan yang telah bersusah payah untuk mempertahankan negara ini. Penglihatanya seakan buram...

Akhir Sebuah Cerita

Telah ia benamkan beberapa kalimat cinta bersama hembusan angin rindu di kala cahaya indah sunset membentang menutupi sebagian langit di ufuk barat sebelum malam menutupnya.Kehilangam seseorang dalam hidupnya Kini membuatnya tegar dan lebih mengerti arti sebuah kehidupan.. Seseorang dulu pernah hadir.. kini berjalan menjauh dan menghilang di balik cahaya Sunset di kala itu.. Kali ini tak ada air mata yang menetes. Khayalan-khayalannya yang indah dulu, kini seakan memburam dalam sebuah dimensi waktu. Otaknya begitu cepat mencerna hingga lumat semua kenangan-kenangan indah yang pernah ia alami.. Hatinya kini semakin kuat, mengikhlaskan seseorang yang mungkin bisa bilang, sangat ia cintai.."Pergilah dan menghilanglah... Menghilanglah di balik Sunset itu,,Tak perlu engkau ucapkan salam perpisahan untuk hal ini.."

Mengagumimu

Aku yang mengagumimu utuh tak tersentuh.. Seperti mentari yang menyapa bunga-bunga bermekaran tak pernah menyentuh.. Namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran.. Karena aku mengagumimu maka izinkan aku tak mengusik ragamu.. Izinkan aku tak mengusik ketenangan hatimu.. Tak mengapa aku tak bertegur sapa denganmu.. Cukuplah bagiku menyapamu dalam doa-doaku..